Gebrak Swasembada Pangan: Polri Panen Raya 3,9 Juta Ton Jagung, Perkuat Fondasi Ketahanan Nasional.

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatatkan capaian luar biasa dalam mendukung program swasembada pangan nasional, merealisasikan panen jagung sebesar 3,9 juta ton di lahan seluas 661.112 hektar sepanjang tahun 2025. Prestasi monumental ini dilaporkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara panen raya jagung serentak dan peletakan batu pertama (groundbreaking) 10 gudang ketahanan pangan Polri, yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Acara strategis tersebut turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, menandakan komitmen tinggi pemerintah terhadap isu ketahanan pangan. Keberhasilan program penanaman jagung yang digagas oleh korps Bhayangkara ini tidak hanya sekadar angka, melainkan kontribusi nyata yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di tingkat nasional, sekaligus menjadi bukti sinergi lintas sektoral dalam mewujudkan agenda pembangunan.

“Mohon izin melaporkan Bapak Presiden, guna mewujudkan swasembada pangan nasional pada tahun 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton,” ujar Kapolri Sigit dengan bangga di hadapan Presiden dan tamu undangan. Angka ini menempatkan Polri sebagai salah satu aktor kunci dalam upaya menjaga stabilitas pasokan pangan domestik.

Volume panen yang menyentuh angka jutaan ton tersebut memberikan dampak langsung pada grafik komoditas pangan nasional. Peningkatan ini menjadi bagian integral dari target perluasan sektor agraris yang selama ini turut digarap oleh kepolisian, menunjukkan peran Polri yang semakin multidimensional. Hal ini juga berdampak positif pada fluktuasi harga komoditas di pasar, yang pada gilirannya menjaga daya beli masyarakat.

“Capaian ini turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional tahun 2025 sebesar 6,74 persen atau setara dengan 1,8 juta ton,” tambah Sigit, menggarisbawahi kontribusi signifikan Polri terhadap total produksi jagung Indonesia. Kontribusi ini krusial dalam mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris yang mandiri.

Baca Juga :  Tata Cara Shalat Idul Fitri 2026 Lengkap dengan Niat, Bacaan, dan Sunnahnya

Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk melanjutkan tren positif ini. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi keberadaan lahan potensial lain yang siap dioptimalkan pada tahun berjalan, menegaskan bahwa upaya ini bukan hanya program sesaat, melainkan strategi jangka panjang. Pemanfaatan aset tanah yang tersedia di berbagai daerah menjadi kunci keberlanjutan inisiatif ini.

“Untuk melanjutkan capaian tersebut, terdapat potensi lahan tahun 2026 yang harus kami lanjutkan, yaitu seluas 1,37 juta hektar yang tersebar di seluruh Indonesia,” lanjut Sigit, memberikan gambaran ambisius tentang target ekspansi di masa depan. Perluasan area tanam ini diharapkan dapat mendongkrak produksi jagung nasional secara lebih masif lagi, memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan.

Sebelumnya, institusi ini telah merampungkan agenda panen kuartal pertama pada awal tahun ini di lahan puluhan ribu hektar, dengan volume produksi yang juga signifikan. Momentum positif ini menjadi fondasi kuat untuk panen raya kuartal kedua, yang diproyeksikan mencatat angka lebih besar berkat dukungan area tanam yang jauh lebih luas dan persiapan yang lebih matang.

Tidak hanya menyuplai kebutuhan dalam negeri, komoditas hasil panen jagung ini juga diproyeksikan merambah pasar mancanegara. Mekanisme tata niaga untuk ekspor akan dilakukan melalui jalur darat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat, dengan memanfaatkan lembaga koperasi sebagai motor penggerak. Model ini dirancang untuk memberikan keuntungan maksimal bagi petani dan entitas terkait.

“Dengan demikian, diperoleh margin keuntungan sebesar Rp 500 per kilogram,” jelas Sigit, menunjukkan aspek ekonomi yang menguntungkan dari program ini. Keuntungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memberikan insentif bagi mereka untuk terus berpartisipasi aktif dalam program ketahanan pangan.

Secara spesifik, di wilayah Jawa Timur, aktivitas panen dilakukan di area perhutanan sosial dengan melibatkan empat gabungan kelompok tani (Gapoktan) lokal. Keterlibatan langsung masyarakat petani melalui Gapoktan ini memastikan bahwa program tidak hanya terpusat pada aspek produksi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal. Seluruh hasil produksi dari lahan di Kabupaten Tuban ini dijadwalkan masuk ke gudang Badan Urusan Logistik (Bulog), sebuah langkah strategis untuk memperkuat cadangan pangan milik pemerintah dan menjaga stabilisasi harga di pasar.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Berikan Jaminan Pendidikan Anak Pedagang Tahu yang Gugur dalam Kecelakaan Maut

Melalui program ini, Polri tidak hanya menunjukkan perannya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan bangsa melalui sektor pertanian. Inisiatif panen raya jagung ini menjadi simbol komitmen negara dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.