Badai Mendadak Renggut Nyawa Pemancing di Penajam Paser Utara, BPBD Serukan Kewaspadaan Ekstrem

Tragedi pilu menyelimuti perairan Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, setelah seorang pemancing ditemukan tewas terapung di pesisir Kelurahan Sungai Paret pada Minggu (24/5/2026). Korban, Rizky Andrianto (23), warga RT 06, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, menjadi korban keganasan cuaca ekstrem yang tiba-tiba melanda, menyebabkan perahunya terbalik.

Insiden nahas ini bermula ketika Rizky bersama dua kerabatnya, Wahyu Setiawan (26) yang merupakan kakaknya, dan pamannya, Wahyuni (40), berangkat memancing sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA. Mereka menggunakan perahu kecil menuju area bagang dan Pulau Gusung, sebuah lokasi pemancingan favorit di perairan tersebut.

Namun, suasana tenang di laut mendadak berubah drastis menjelang sore hari. Sekitar pukul 15.00 WITA, embusan angin kencang dan gelombang tinggi yang tidak terduga menghantam perahu kecil mereka. Hempasan ombak besar yang datang secara tiba-tiba langsung membalikkan kapal, menenggelamkan ketiga penumpang ke dalam air yang bergejolak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, mengonfirmasi kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, laporan mengenai musibah ini diterima pihaknya dari warga sekitar pukul 16.35 WITA, tak lama setelah peristiwa berlangsung.

Dalam situasi genting tersebut, Wahyu Setiawan dan Wahyuni berjuang mati-matian untuk menyelamatkan diri. Mereka berusaha saling menolong di tengah amukan gelombang sambil berteriak meminta bantuan. Beruntung, teriakan mereka didengar oleh awak kapal nelayan lain yang kebetulan melintas, dikemudikan oleh Sabriansyah dan Mahyudin.

Dua kerabat korban itu berhasil diselamatkan dan dievakuasi menuju Jembatan Pintu Air Kelurahan Sungai Paret dalam kondisi syok. Sayangnya, Rizky Andrianto tidak seberuntung mereka. Arus laut yang kuat menyeret tubuhnya, membuatnya hilang dari pandangan dan baru ditemukan kemudian dalam keadaan tidak bernyawa.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Fakta di Balik Teror Pocong Cipondoh Tangerang: Hoaks Digital yang Meresahkan

Petugas BPBD PPU segera bertindak cepat begitu menerima laporan. Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi terhadap jenazah korban. Setelah proses identifikasi selesai, jasad Rizky Andrianto diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk proses pemakaman. Kehilangan pemuda berusia 23 tahun ini tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya.

Musibah ini kembali menjadi pengingat pahit akan bahaya tak terduga di laut, terutama bagi para pelaku aktivitas maritim yang menggunakan kapal berukuran kecil. Perairan Penajam Paser Utara, meski tampak tenang, seringkali menyimpan potensi perubahan cuaca ekstrem yang bisa datang sewaktu-waktu tanpa peringatan jelas.

Nurlaila, mewakili BPBD, menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pemancing. "Kami meminta masyarakat menyiapkan alat keselamatan diri seperti life jacket atau baju pelampung. Selain itu, tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang sering memicu gelombang tinggi dan badai, karena sangat berbahaya bagi kapal berukuran kecil," pungkasnya.

Pihak berwenang juga mengimbau agar para pelaut, baik yang profesional maupun amatir, selalu memantau informasi perkiraan cuaca maritim sebelum berlayar. Kesiapsiagaan dan kelengkapan alat keselamatan menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih menghargai kekuatan alam dan memprioritaskan keselamatan di atas segalanya.