BBPKH Cinagara Pimpin Transformasi SDM Peternakan, Bekali 38 Skema Kompetensi Kunci untuk Ketahanan Pangan

CINAGARA, [Tanggal Publikasi Artikel Baru] – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, di bawah naungan Kementerian Pertanian, telah mengambil langkah progresif dengan meluncurkan 38 skema sertifikasi kompetensi peternakan pada awal tahun 2026. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) peternakan yang andal, dari hulu hingga hilir, guna menyukseskan program nasional "Makan Bergizi Gratis" serta mempercepat tercapainya swasembada pangan Indonesia, sebagaimana dilaporkan oleh Media Indonesia pada Sabtu (16/5/2026).

Langkah monumental ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi sektor peternakan melalui peningkatan kualitas dan profesionalisme tenaga kerja. Standardisasi keahlian para pelaku sektor peternakan kini menjadi kunci utama dalam menjamin penyediaan pangan hewani yang masif, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. Upaya ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak untuk mendongkrak populasi ternak lokal sekaligus menjamin kualitas produk di hilir, yang seluruhnya dilakukan melalui pengujian ketat di berbagai sektor keahlian.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menjelaskan secara rinci cakupan skema sertifikasi tersebut. "Di sektor hulu, kami menyiapkan paramedik veteriner, tenaga inseminator profesional, petugas pemeriksaan kebuntingan, hingga tata kelola manajemen reproduksi ternak untuk mendongkrak populasi ternak lokal," ujarnya. Inisiatif ini krusial untuk memastikan produktivitas ternak yang optimal, yang merupakan dasar dari ketersediaan daging dan susu di pasaran.

Tidak hanya fokus pada hulu, BBPKH Cinagara juga menaruh perhatian besar pada sektor hilir. "Sementara di hilir, kami menguji operator rumah potong unggas (RPU), Juru Sembelih Halal (Juleha), butcher, hingga pengawas kesehatan daging," tambah Inneke. Keterampilan ini vital untuk menjamin proses pengolahan produk hewani memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan syariat Islam, yang sangat penting bagi konsumen di Indonesia.

Baca Juga :  [HOAKS] Komdigi Hoax Akan Nonaktifkan Media Sosial, Simak Penjelasan Resminya!

Komitmen terhadap keamanan pangan diimplementasikan secara konkret melalui kepemilikan sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dari Otoritas Veteriner. Pada April 2026, tiga unit fasilitas teaching farm milik BBPKH Cinagara secara resmi mengantongi sertifikasi NKV ini, meliputi Unit Budidaya Ternak Perah, Unit Pengolahan Susu, serta Unit Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU). Pencapaian ini menjadi penanda penting dalam upaya peningkatan standar fasilitas pelatihan.

Inneke Kusumawaty menegaskan pentingnya sertifikasi ini. "Sertifikasi NKV ini menjadi bukti sah bahwa seluruh proses operasional kami memenuhi persyaratan higiene, sanitasi, dan biosekuriti ketat," jelasnya. Dengan fasilitas yang telah memenuhi standar tinggi, para peserta pelatihan dapat menyerap budaya kerja industri modern dan praktik terbaik sebelum mereka terjun langsung ke masyarakat atau industri. Ini memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan siap pakai.

Lulusan dari program pelatihan ini dipersiapkan untuk berperan sebagai asisten pengawas Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dan pengawas mutu pangan. Mereka akan mengawal lonjakan permintaan komoditas daging, susu, dan telur di 38 provinsi di Indonesia. Penempatan mereka di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dengan kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) diharapkan dapat menjamin kualitas dan keamanan pangan yang beredar.

"Keterlibatan SDM tersertifikasi ini sangat krusial untuk meminimalkan risiko kontaminasi pangan, sekaligus memastikan anak-anak Indonesia menerima asupan nutrisi optimal demi menghapus stunting," kata Inneke. Peran mereka tidak hanya sebatas pengawasan teknis, melainkan juga memiliki dampak sosial yang luas dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup generasi penerus bangsa.

Selain itu, BBPKH Cinagara juga memperkuat sinergi dengan berbagai program strategis Kementerian Pertanian. Program-program seperti Brigade Pangan, Petani Milenial, hingga optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih, menjadi wadah kolaborasi yang efektif. Peningkatan kapasitas produksi budidaya dan teknologi pengolahan hasil ternak yang dilakukan melalui pelatihan ini ditargetkan mampu menekan angka kehilangan hasil (food loss) pada produk susu dan daging nasional, yang sering kali menjadi masalah dalam rantai pasok.

Baca Juga :  MK Tegaskan: Jakarta Tetap Ibu Kota Resmi RI Hingga Keppres Pemindahan IKN Terbit

"Ekosistem pelatihan dan sertifikasi yang kokoh ini adalah investasi strategis jangka panjang," pungkas Inneke Kusumawaty. Dengan visi yang jelas dan implementasi yang terukur, BBPKH Cinagara berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam mencetak SDM peternakan yang kompeten. "Bersama SDM pertanian yang kompeten, kita bersama-sama melangkah pasti untuk mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," tutupnya, optimis menatap masa depan ketahanan pangan nasional.