Kota Tangerang bersiap menyambut kehadiran istimewa seekor sapi jenis Brangus seberat 1,1 ton bernama Sambo, yang telah dipilih oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai hewan kurban untuk Iduladha tahun ini. Sapi jumbo berbulu hitam mengilap ini menjadi sorotan publik bukan hanya karena bobotnya yang fantastis, tetapi juga kisah unik di balik namanya dan perawatan intensif yang diberikan.
Pada Kamis, 14 Mei 2026, publik mulai menyoroti persiapan kurban Presiden Prabowo. Sambo, nama yang disematkan pada sapi gagah ini, masih menjalani perawatan khusus di peternakan milik Muhammad Rozi yang berlokasi di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang. Kehadiran Sambo menandai komitmen Presiden dalam menyemarakkan perayaan Iduladha dengan hewan kurban berkualitas tinggi.
Secara fisik, Sambo memang menakjubkan. Tinggi badannya mencapai 160 sentimeter dengan panjang tubuh sekitar tiga meter, menjadikannya salah satu sapi kurban terbesar yang pernah ada. Muhammad Rozi, pemilik peternakan, memperkirakan bobot Sambo saat ini telah melampaui 1.100 kilogram, mengingat penimbangan terakhir pada April lalu sudah menunjukkan angka 1,1 ton.
Rozi menjelaskan bahwa Sambo telah dirawatnya selama tiga tahun terakhir dengan penuh dedikasi. Sapi Brangus dikenal sebagai ras sapi potong yang unggul, hasil persilangan antara sapi Brahman dan Angus, mewarisi kekuatan fisik dan kualitas daging yang prima. Ukurannya yang masif menjadikan Sambo pilihan ideal untuk ibadah kurban dengan nilai kebaikan yang besar.
Nama "Sambo" sendiri muncul secara spontan pada tahun 2023, ketika sapi ini pertama kali tiba dari Jawa Timur. Saat itu, Sambo masih berusia dua tahun, namun perawakannya yang sangar langsung menarik perhatian Rozi. "Pas sapi saya datang, saya bilang ‘wah seperti Sambo nih, seram’. Ya sudah keterusan sampai sekarang namanya Sambo," kenang Rozi.
Rozi mengakui bahwa nama tersebut terinspirasi dari sorotan publik terhadap kasus hukum yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo. Meskipun demikian, Rozi menegaskan bahwa nama tersebut melekat karena kesan menyeramkan dari kasusnya, bukan karena karakter sapi yang agresif. "Orangnya sih tidak begitu seram, cuma kasusnya yang seram. Sambo, Sambo begitu. Kita tidak mau tahu cerita orangnya bagaimana, tetapi kita kalau mengingat kasusnya seperti seram. Sudah begitu, saya ingat sapi saya, saya namai Sambo begitu," jelasnya.
Menariknya, di balik penampilan yang gahar dan nama yang terkesan "seram," Sambo memiliki karakter yang sangat bertolak belakang. Sapi ini dikenal sangat jinak dan manja, seringkali mencari perhatian untuk dielus oleh para perawatnya. "Dia tidak agresif. Malah kolokan, maunya diusap-usap," ujar Rozi, menggambarkan sisi lembut dari hewan berbobot raksasa ini.
Kualitas fisik Sambo yang luar biasa adalah hasil dari pola perawatan khusus yang ketat. Setiap hari, sapi ini dimandikan dua kali untuk menjaga kebersihan dan kenyamanannya. Asupan pakannya pun sangat diperhatikan, meliputi puluhan kilogram rumput segar, 30 kilogram ampas tahu, satu kilogram konsentrat, serta tiga kilogram singkong. Tak lupa, Sambo juga membutuhkan sekitar 30 liter air minum setiap harinya.
Proses seleksi dan pembelian Sambo oleh Presiden Prabowo Subianto dilakukan pada April 2026, dengan harga fantastis mencapai Rp 122 juta. Rozi tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya karena hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun merawat Sambo diapresiasi langsung oleh kepala negara. "Alhamdulillah, rasanya bangga. Berarti tidak sia-sia merawat sapi sampai akhirnya terpilih untuk RI 1," ungkapnya penuh syukur.
Menjelang hari raya Iduladha, kesehatan Sambo akan terus dipantau secara berkala. Sapi ini dijadwalkan menjalani tes laboratorium satu minggu sebelum hari penyembelihan untuk memastikan kondisinya prima dan layak sebagai hewan kurban. Setelah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan tahap kedua, Sambo akan segera dikirim ke lokasi kurban yang telah ditentukan di wilayah Kota Tangerang.
"Kalau sekarang nih dikirimin nanti Insya Allah ke Kota Tangerang. Tapi belum tau pastinya di mana," tutup Rozi, menunjukkan antusiasmenya menanti momen penyembelihan Sambo. Kehadiran Sambo tidak hanya menjadi simbol ibadah kurban Presiden Prabowo, tetapi juga cerminan dedikasi para peternak dalam menghasilkan hewan ternak berkualitas tinggi untuk masyarakat.