Merajut Persahabatan Global Lewat Secangkir Teh: Kedutaan China Peringati Hari Teh Internasional 2026 di Jakarta

Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Indonesia sukses menyelenggarakan perayaan Hari Teh Internasional 2026 yang bertajuk ‘Teh dan Dunia: Harmoni dalam Keindahan Bersama’. Acara diplomatik dan kebudayaan ini berlangsung meriah di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026, menjadi wadah penting bagi pertukaran budaya dan penguatan hubungan antarnegara. Dilansir dari Detik Travel, agenda ini dihadiri oleh delegasi diplomatik dari 18 negara sahabat, menandai komitmen Tiongkok dalam mempromosikan teh sebagai jembatan persahabatan global.

Perhelatan akbar tersebut mengambil tempat di ruang Gallery Lantai 3, Hotel Discovery SCBD Jakarta, yang dikenal sebagai salah satu lokasi strategis untuk acara internasional. Manajemen hotel menyatakan apresiasi tinggi atas kepercayaan dari Kedutaan Besar RRT untuk memfasilitasi agenda bergengsi ini, menegaskan posisinya sebagai tuan rumah acara berskala global. Cindy Gu, General Manager Discovery SCBD Jakarta, mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih atas pemilihan hotel mereka sebagai lokasi acara yang mulia ini.

"Seluruh jajaran manajemen dan staf Discovery SCBD Jakarta merasa sangat terhormat dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok atas pemilihan hotel kami sebagai wadah berlangsungnya acara yang sangat mulia ini," ujar Cindy Gu. Ia menambahkan bahwa menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran agenda kebudayaan internasional yang dihadiri negara sahabat adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi brand hotel mereka.

Pihak pengelola hotel berkomitmen penuh menyajikan pelayanan optimal guna menyukseskan acara sesuai dengan prinsip keramahan yang selaras dengan tema kebudayaan teh. Cindy Gu menegaskan, "Sesuai dengan filosofi harmoni yang dibawa oleh budaya teh, kami berkomitmen penuh memastikan kenyamanan, kehangatan, serta pelayanan hospitalitas terbaik terpancar sempurna sepanjang acara hari ini berlangsung." Dedikasi ini mencerminkan upaya untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para tamu.

Baca Juga :  Cara Daftar Nikah Online di Simkah Kemenag Terbaru 2026, Panduan Lengkap!

Konsep ‘Teh dan Dunia’ merupakan inisiatif diplomasi kebudayaan dari Presiden Xi Jinping yang bertujuan menjadikan teh sebagai medium komunikasi universal lintas bangsa. Inisiatif ini menekankan peran teh dalam menghubungkan peradaban dan memupuk pemahaman bersama di tengah keragaman global. Pelaksanaan agenda ini dimotori oleh Mingbao Ji Tea Industry (PT JQC Investment Indonesia) bersama sejumlah mitra akademik dan profesional, menunjukkan kolaborasi multisektoral dalam memajukan budaya teh.

Sekitar 80 tamu undangan VIP turut memeriahkan acara, termasuk para duta besar dari negara-negara produsen teh terkemuka seperti Myanmar, Kenya, Turki, dan tentu saja, Indonesia. Kehadiran perwakilan dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Transmigrasi, dan Museum Nasional juga memperkuat dimensi kenegaraan dan kolaborasi lintas sektor. Ini menunjukkan dukungan pemerintah Indonesia terhadap upaya diplomasi budaya semacam ini.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam pidatonya menyampaikan bahwa Indonesia dan Tiongkok memiliki rekam jejak hubungan historis yang panjang, salah satunya tercermin melalui tradisi minum teh. "Hubungan kita dengan China juga sudah sangat panjang. Teh merupakan salah satu produk budaya kita, termasuk cara minum tehnya. Namun, di beberapa negara lain, tradisi tersebut memang jauh lebih kuat," tutur Fadli Zon, menyoroti kekayaan budaya teh di berbagai belahan dunia.

Fadli Zon menambahkan bahwa prosesi minum teh di Tiongkok, Jepang, dan Korea memiliki nilai tradisi mendalam dan telah diinskripsi oleh Tiongkok ke dalam Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2022. Ia kemudian membandingkannya dengan aset budaya Indonesia, yang juga kaya akan warisan takbenda. "Tadi kami juga memperkenalkan bahwa Indonesia sudah memiliki 16 warisan budaya yang diinskripsi," kata Fadli Zon, menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya nasional.

Baca Juga :  Indonesia Gaungkan Mendesak: Solidaritas Global Kunci Selamatkan Hutan di Tengah Geopolitik Kompleks

Salah satu warisan budaya Indonesia yang disebut dekat dengan teh adalah jamu, yang juga telah mendapatkan pengakuan internasional. "Salah satu yang dekat dengan teh adalah jamu. Jadi, kita melihat jamu juga merupakan bagian dari ekspresi budaya dan warisan budaya takbenda Indonesia," jelas Fadli Zon. Ia menekankan bahwa pengembangan pengemasan dan pemanfaatan jamu dinilai krusial, terutama setelah statusnya kini telah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari terapi tradisional pada akhir tahun 2023.

"Dalam hal ini termasuk jamu. Kita harus mengemas, mengembangkan, dan memanfaatkannya semaksimal mungkin, apalagi setelah diakui sebagai warisan budaya UNESCO," ujar Fadli Zon, menggarisbawahi potensi besar jamu bagi kesehatan dan ekonomi kreatif. Pemerintah Indonesia berharap dapat memperluas kolaborasi dengan Tiongkok dan negara lain dalam pengajuan inskripsi ke UNESCO di masa mendatang, membuka peluang kerja sama budaya yang lebih luas.

"Mudah-mudahan ke depan kita bisa menjalin lebih banyak kerja sama dengan negara-negara sahabat, termasuk China atau Tiongkok, dalam proses inskripsi di UNESCO, baik melalui joint nomination maupun extension," tutup Fadli Zon, mengisyaratkan visi diplomasi budaya yang progresif. Rangkaian perayaan Hari Teh Internasional tersebut diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan menghibur, termasuk pidato kehormatan, kuliah sejarah budaya teh Tiongkok, pertunjukan seni tradisional yang memukau, pameran inovasi robotik, demonstrasi warisan budaya, hingga sesi networking antar-delegasi. Acara ini berhasil menciptakan suasana yang harmonis dan informatif, memperkuat ikatan persahabatan melalui pesona budaya teh.